Ketika Bambu “Disulap” Jadi Birama Yang Harmonis

Ketika Bambu “Disulap” Jadi Birama Yang Harmonis

- in Entertainment
410
0
Loading...

KALABAHI,fokusnusatenggara.com- Pohon bambu memang memliki banyak fungsi yang bisa diolah. Bisa digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan, kerajinan tangan yang bernilai ekonomis, untuk memasak dan makan, bahkan arang bambu diyakini mampu mengatasi sakit wasir dan luka bakar.

P_20160809_154726Namun bagi masyarakat Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), bambu disulap menjadi birama musik yang harmonis. Bambu ditangan Tamafayang Grup, “disulap” menjadi chord yang harmonis dan merdu. Dan ini hanya bisa kita nikmati dalam ajang Expo Alor ke X.

“ Kami bermain suling sudah empat tahun dalam grup ini. Bahkan kami sudah isi beberapa acara dan penjemputan tamu negara yang datang ke Alor. Dan semua yang menikmati pasti memuji keterampilan kami dalam bermain,” ungkap Yonathan Maukoli, pimpinan Grup Tamafayang pada pembukaan Expo Alor, Selasa, 9 Agustus 2016.

Maukoli menjelaskan, ketertarikan dirinya pada musik suling bambu, hanya untuk melestarikan seni musik tradisonal Alor yang sudah hampir punah.  Pasalnya, suling bambu Alor, dewasa ini sudah tidak dimainkan lagi baik itu di sekolah maupun dalam acara pernikahan.

“ Suling bambu sekarang sudah tidak ada lagi dalam mata pelajaran sekolah. Bahkan untuk acara pernikahan orang lebih memilih musik moderen. Ini yang coba kami angkat lagi, agar seni tradisional ini tetap terjaga,” jelas Maukoli, penabuh drum dalam Grup Tamafayang.

Dirinya meminta agar Pemerintah Kabupaten Alor, melalui Dinas Pariwisata, kembali mengangkat potensi suling tradisional Alor, untuk dimasukan dalam destinasi wisata, yang dapat dipromosikan kepada dunia luar. Sebab di NTT selain Alor, hanya Kabupaten Belu dan Malaka yang memiliki seni musik seperti ini.

“ Saya harap pemerintah mampu angkat kembali suling bambu sebagai destinasi wisata. Sebab kalau didiamkan, satu atau dua tahun lagi tentu tidak ada lagi yang mau mainkan musik ini,” pintanya.

Suling tradisional Alor, dimainkan tidak segampang permainan suling pada umumnya. Dalam satu grup yang terdiri dari 16 orang, para pemain memiliki peran sendiri. Masing-masing nada yakni Sopran, Alto, Tenor dimainkan oleh emapt orang. Untuk bass dimainkan tiga orang dan satu orang bertugas memainkan drum dan bertindak sebagai pimpinan. (fatur)

Loading...

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *