Expo Alor, Surga Bagi Para Wisatawan

Expo Alor, Surga Bagi Para Wisatawan

- in Entertainment
423
0
Loading...

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Kabupaten Alor yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sungguh daerah yang luar biasa. Bagaimana tidak, Pulau Kenari, nama lain dari kabupaten ini, menyimpan potensi destinasi wisata yang indah bahkan dianggap surga bagi para wisatawan.

P_20160802_162217Wisata bahari misalnya, Alor memiliki lokasi yang sudah mendunia. Sebut saja, Pantai Kepa dan Pantar. Kedua pantai ini adalah spot paling bagus buat diving dan snorkeling. Selain itu, wisata budaya, Alor memiliki peradaban yang tidak kala menarik dengan daerah lain.

Khusus wisata budaya, Alor menawarkan beragam destinasi. Misalnya Museum 1000 Moko dan Kampung Tradisonal Takpala. Selain bahari dan budaya, untuk wisata religi, bisa kita temui disana. Di Alor, kita akan temui Alquran dari kayu yang usianya sudah mencapai empat abad dan ditulis dengan tangan sendiri.

Potensi – potensi ini yang akan dipromosikan oleh pemkab setempat lewat kegiatan Expo Alor. Kegiatan yang sudah memasuki usi yang kesembilan ini, pada tahun ini akan dibuka secara resmi pada tanggal 9 Agustus 2016.

“ Kegiatan Expo Alor resmi akan kita buka pada tanggal 9 sampai 15 Agustus 2016. Selain Expo Alor, akan kita akan diadakan kegiatan Festival Budaya Lamaholot, Sail Indonesia dan Alor Karnaval,” ungkap Amon Djobo, Bupati Alor dalam kegiatan jumpa pers bersama wartawan di Kupang, Selasa, 2 Agustus 2016.

Menurutnya, Expo Alor yang akan dilaksanakan kali ini, bertujuan untuk menduniakan budaya Alor, dan mengangkat potensi alam, untuk memajukan sektor pariwisata ke seluruh dunia. Selain itu juga, pemerintah bersama masyarakat akan promosikan potensi sektor industri rumah tangga.

“ Dengan kita promosikan produk industri rumah tangga, kita juga membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi dengan memberikan mereka pendapatan. Expo kali ini, kita akan prioritaskan hal ini,” jelasnya.

Untuk Alor Karnaval, menurutnya, dalam kegiatan expo ini, pemerintah dan masyarakat akan melakukan festival budaya dari 42 suku yang ada di Kabupaten Alor. Pasalnya, dari 42 suku yang ada, mereka memiliki bahasa dan sapaan adat yang saling berbeda. Selain itu, festival ini juga akan mengisahkan bagaiaman Kabupaten Alor ada, berdasarkan kisah temurun dari leluhur.

Sementara itu kegiatan Festival Budaya Lamaholot, menurutnya, ini merupakan kegiatan perdana yang diselipkan dalam Expo Alor kali ini. Sebab berdasarkan sejarah, keberadaan Kabupaten Alor, tidak bisa dipisahkan dari Kabupaten Lembata dan Flores Timur.  Untuk itu kegiatan ini, kita akan saling memberikan masukan berdasarkan sejarah leluhur yang ada, bagaimana hubungan ketiga daerah ini.

“ Alor adalah Lamaholot dan Lamaholot adalah Alor. Untuk itu dalam kegiatan ini, kita akan duduk bersama dengan semua suku, agar mengetahui bagaimana sejarah hubungan antara ketiga daerah ini, yang konon katanya adalah saudara sekandung,” ungkapnya.

Sedangkan untuk kegiatan Sail Indonesia, Djobo menjelaskan, kegiatan ini adalah kegiatan rutin tiap tahun. Alor menjadi salah satu etape karena pesona dan potensi wisata bahari yang sudah mendunia. Bahkan potensi wisata bahari ini, akan membuat  wisatawan manca negara berdecak kagum. (taolin)

Loading...

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *