Subsektor Perikanan Bulan Juni Alami Peningkatan Sebesar 1,37 Persen

0 50

Kupang, fokusnusatenggara.com / 2 Juli 2019

Perkembangan nilai tukar petani (NTP) pada bulan juni 2019 sebesar 105,92. Ini artinya daya beli atau daya tukar petani lebih baik dibandingkan dengan pengeluarannya. Hal ini berdasarkan pada perhitungan dan perhitungan NTP.

“ Perhitungan NTP tersebut ini mencakup lima subsektor yaitu subsektor padi dan palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan ,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTT, Maritje Pattiwaelapia kepada awak media padakonfrensi pers senin (1/7/2019)di Kantor BPS NTT.

Dia menyebutkan berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan di 115 Kecamatan di NTT pada Juni 2019, NTP di NTT mengalami peningkatan dibandingkan Mei 2019 yaitu sebesar 0,87 persen. Jika ditinjau dari per subsektor dengan membandingkan NTP Juni dengan NTP Mei maka ada tiga subsektor mengalami peningkatan yaitu Perkebunan, Perikanan dan Peternakan.

Ada salah satu subsektor kata Maritje Pattiwaelapia yang mengalami peningkatan yaitu subsektor Perikanan yaitu meningkat sebesar 1,37 persen pada bulan Juni 2019. Ini karena terjadinya peningkatan di subsektor perikanan disebabkan meningkatnya It sebesar 1,34 persen, dan menurunnya Ib 0,03 persen.

“Peningkatan It disebabkan oleh subsektor tangkap sebesar 1,86.Ib karena dipengaruhi oleh menurunya subkelompok konsumsi rumah tangga. ” jelas Maritje.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa pada NTP subkelompok penangkapan ikan mengalami peningkatan 1,88 persen dari 110,10 pada Mei menjadi 112,17 di Juni 2019. “ Terjadinya peningkatan disebabkan adanya peningkatan It sebesar 1,86 persen dan penurunan Ib 0,07 persen ,” ujarnya.

Sedangkan pada NTP subkelompok budidaya Perikanan jelas Maritje justru mengalami penurunan sebesar 0,06 persen dari 99,71 pada bulan Mei sedangkan pada Juni 2019 menjadi 99,65.

” Ini terjadi karena adanya penurunan It sebesar 0,09 persen dan Ib 0,04 persen. Perubahan Ib terjadi karena dipengaruhi oleh subkelompok konsumsi rumah tangga yang menurun sebesar 0,07 persen.” Pungkas Maritje Pattiwaelapia.

Selain itu Meritje juga mengungkapkan, ada tiga komoditas NTT diekspor terbesar pada Bulan Mei 2019, dengan jumlah mencapai 25 ton. Tiga komoditas itu di antaranya, Komoditas Garam, Belerang dan Kapur. Nilai ekspor tiga komoditas itu, sebesar US $ 183.316 atau 15,57 persen dari ekspor.
“Untuk Bulan Mei ini, ada tiga komoditas ekspor terbesar yaitu Garam, Belerang dan Kapur,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, Maritje Pattiwaellapia ( Usif ).

Comments
Loading...