Sikapi Kegaduhan Listrik Pintar, KNPI Gelar Diskusi

0
854
Loading...

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Menyikapi soal carut marut penerapan program Listrik Pintar di tengah masyarakat Kota Kupang-NTT oleh pihak PLN, membuat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) NTT bersikap, dengan menggelar diskusi terbatas Minggu kemarin, di Gedung Graha Pena-Timor Expres dengan tema, “Listrik Pintar : Bencana Atau Berkat”.

Ketua KNPI NTT, Heri Boki, yang dimintai komentarnya terkait kegiatan tersebut mengatakan, KNPI merasa terpanggil untuk mencari solusi terbaik serta mendapatkan masukan dari masyarakat maupun para pengambil kebijakan dalam forum yang akan berlangsung.

liatrik pintarApa yang ditulis oleh media saat ini kata Heri, tidak bisa dipungkiri bahwa telah terjadi kegaduhan ditengah masyarakat akibat adanya mutasi listrik oleh PLN dari meteran manual ke meteran parabayar atau biasa disebut listrik pintar.

“Forum ini bertujuan untuk mengidentifikasi setiap persoalan yang dialami oleh masyarakat sebagai pelanggan, sekaligus wadah untuk mendapatkan masukan dan saran. Untuk itu maka kami hadirkan pihak PLN dalam diskusi ini,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Sejumlah Anggota DPRD Kota Kupang dari Fraksi Golkar mengecam tidakan sepihak dari PLN dalam mengganti atau mutasi meteran pelanggan dari manual ke prabayar. Dewan menilai tindakan PLN dengan memutuskan meteran pelanggan adalah perilaku yang tidak beretika dan menimbulkan gejolak ditengah masyarakat.

“Cobalah PLN atau kontraktor datang ke warga dengan santun, kami pelanggan juga punya waktu. Kami sadar meteran milik PLN, tapi kami jaga meteran ini puluhan tahun,” tegas Ketua Fraksi Golkar, Zeyto Ratuarat diruang Fraksi Golkar Kantor DPRD Kota Kupang, Jumat (18/5/2015)

Zeyto menilai, cara yang dilakukan PLN dengan melakukan pemutusan listrik sepihak hanya untuk menutupi kelemahan karena tidak melakukan sosialisasi secara benar kepada masyarakat. Bahkan terkesan sepihak dengan memutuskan meteran pelanggan jika tidak mau bermutasi ke meteran prabayar. “Jangan menutupi borok lalu merugikan pelanggan,”tegasnya.

Dia juga meminta kepada Pemkot Kupang untuk bersama-sama dengan pihak PLN untuk duduk bersama masyarakat sehingga persoalan yang dihadapi tidak berdampak buruk.” Kami butuh pelayanan, tetapi bukan caranya  seperti ini. Kami bayar, kecuali tidak bayar,” ujarnya.

Sementara Martinus Medah mengatakan, terkait persoalan pemasangan meteran prabayar, Pemerintah Pusat telah menyampikan agar masyarakat bisa memilih apakah menggunakan meteran manual atau meteran prabayar. “Saya melihat ini gerakan destruktif PLN. Karena menghasut masyarakat. Adanya desakan agar setiap kelurahan menurunkan 100 orang untuk demo PLN, siapa yang bertanggungjawab,” katanya. (JeOt)

Keterangan Foto : Meteran Listrik Pintar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here