Siapa Dirut Bank NTT Berikutnya?

Siapa Dirut Bank NTT Berikutnya?

- in Ekbis
124
0
Loading...

KUPANG,fokusnusatenggara.com– Besok (Rabu, 28 November 2018), PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT atau Bank NTT akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa. Ini RUPS pertama yang sifatnya luar biasa, dalam kepemimpinan Viktor Bungtilu Laiskodat, Gubernur NTT yang baru selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank NTT.

Menarik memang RUPS LB kali ini. Sebab jauh sebelum pelaksanaan RUPS, Gubernur Laiskodat sudah memberikan banyak ktirik keras soal manejemen Bank NTT, terutama banyaknya kredit macet yang tidak bisa diurus direksi saat ini. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, bahkan sampai Rp. 500 Milliar.

Biasanya, dalam pelaksanaan RUPS Luar biasa, agendanya cuman dua hal. Kalau bukan soal pergantian atau perubahan Anggaran Dasar/ Rumah Tangga perusahan, pembahasan lainnya seputar pergantian pengurus atau direksi.

Bisa diduga, dalam agenda pembahasan RUPS Luar Biasa besok, fokus pembahasan hanya pada dua soal itu. Untuk Anggaran Dasar dan Rumah Tangga, akan difokuskan pada item masa jabatan direksi yang sempat dirubah menjadi 3 periode, untuk para direktur yang hendak melamar menjadi  Direktur Utama pada RUPS Labuan Bajo. Sebab item ini yang membuat kisruh jabatan Direktur Utama menjadi lowong sejak saat itu.

Untuk soal pergantian pengurus atau direksi, dalam RUPS LB kali ini, akan sangat menarik dan alot untuk dibicarakan. Dimana saat ini ada kekosongan dua jabatan direktur yakni Direktur Utama dan Direktur Umum di Bank NTT, kendati dalam RUPS Reguler April 2018 lalu, telah diusulkan nama calon Didakus Leba dan Bonafasius Ola Masan untuk posisi Direktur Umum, serta Absalom Sine dan Hilarius Minggu untuk posisi Calon Direktur Utama.

Ada beberapa analisa  skenario yang coba redaksi berikan apabila kedua agenda ini dibahas dalam RUPS Luar Biasa besok. Pertama, soal perubahan AD/ART Bank NTT, tentu akan dikembalikan kepada AD/ART semula, sebelum ada perubahan pada RUPS Labuan Bajo tahun lalu  yang mengatur soal periodesasi masa jabatan direksi.

Kedua, soal pergantian pengurus untuk mengisi kekosongan jabatan direksi saat ini. Santer terdengar kabar, bahwa Gubernur Laiskodat akan merampingkan kepengurusan saat ini menjadi 3 orang direksi. Yakni Direktur Utama yang membidangi urusan pemasaran dana dan kredit, Direktur Umum untuk urusan operasional dan Direktur Kepatuhan untuk urusan pengawasan, kalau skenario ini jalan, maka harus ada yang rela kehilangan jabatan direksi saat ini. Sebab urusan kredit yang menjadi perhatian Gubernur Laiskodat, akan memacu dia untuk menempatkan calon Direktur Utama yang dinilai mampu dan pantas menyelesaikan masalah ini.

Contoh kasus soal Kredit macet Suba Suka. Ini akan menjadi perhatian serius Gubernur Laiskodat dalam kerangka pembenahan manejemen dan sistim kredit Bank NTT. Sebab kepengurusan saat ini dinilai tidak mampu menyelesaikan kasus kredit macet. Apabila skenario ini terjadi, pilihan terburuk Direktur Pemasaran Kredit, Absalom Sine bisa terancam posisinya untuk diganti dengan calon lain. Sebab dinilai tidak bisa mengatasi persolan krediti macet di Bank NTT.

Calon lain ini bisa saja dari kalangan interen orang Bank NTT ataupun orang luar yang dinilai mampu secara kualifikasi dan pengalaman perbankan. Kalau kalangan interen yang dipakai dan disepakati dalam RUPS, maka bisa jadi posisi direktur utama akan diisi salah satu direksi yakni Alex Riwu Kaho (Direktur Pemasaran Dana) atau Hilarius Minggu (Direktur Kepatuhan). Kalau skenario ini terjadi, maka kritikan Gubernur Laiskodat soal tingginya gari para direksi selama ini serta pembiayaan operasional mereka bisa diminimalisir.

Skenario kedua soal kepengurusan direksi Bank NTT ini, bisa saja kembali pada formasi lima direksi. Yakni Direktur Utama, Direktur Umum, Direktur Kepatuhan, Direktur Pemasaran Dana dan Direktur Pemasaran Kredit.  Kalau ini yang terjadi maka, posisi Direktur Utama dan umum akan diseleksi ulang guna mencari calon baru, sedangkan ketiga direktur yang ada tetap pada jabatannya, dengan konsekuensi mereka berlima akan diberi tanggung jawab menyelesaikan semua urusan Bank NTT secara cepat, serta mengalami penurunan gaji dan biaya operasional.

Skenario ketiga untuk formasi empat orang direksi. Direktur Utama, Direktur Umum, Direktur Pemasaran Dana dan Kredit serta Direktur Kepatuhan. Kalau ini yang terjadi maka posisi Alex Riwu Kaho (Direktur Pemasaran Dana) dan Absalom Sine (Direktur Pemasaran Kredit), bisa saja terancam. Namun peluang besar untuk posisi ini akan ada pada Alex Riwu Kaho. Sedangkan untuk posisi Dirut dan Dirum akan diseleksi ulang. Bisa saja posisi Direktur Pemasaran  Dana dan Kredit akan dipegang Absalom Sine, dan Posisi Direktur Utama akan dipegang Alex Riwu Kaho, sisa mencari sosok pengisi jabatan Direktur Umum.

Soal jabatan Direktur Umum, tentu Gubernur Laiskodat sudah memiliki nama yang dianggap layak dan mampu untuk mengelolah operasional Bank NTT. Dan prediksi redaksi kali ini, akan diambil dari pejabat senior kalangan Bank NTT yang sudah teruji dan mampu.

Idealnya formasi dengan 4 orang direksi ini. Sebab pembagian tugas dan tanggung jawab kerja bisa terukur dan teruji. Selain itu masih bisa ditekan soal biaya gaji dan operasional para direksi yang dianggap terlalu tinggi oleh Gubernur Laiskodat.

Namun demikian, menjelang RUPS Luar Biasa besok, santer terdengar bahwa Calon Direktur Utama akan datang dari luar NTT, bukan putra daerah NTT. Sosok orang luar ini katanya mampu  dan berpengalaman di dunia perbankan kendati usianya baru 30 an tahun. Apabila ini terjadi, tentu kita semua akan sesali. sebab Bank NTT adalah bank milik masyarakat NTT. Dan orang NTT tidak kekurangan sumber daya manusia yang kredibel di bidang perbankan. Kenapa harus datangkan dari luar NTT?.

Kalau sampai hal ini terjadi, tentu Gubernur Laiskodat juga tidak inginkan. Sebab selama ini dalam semua kesempatan bahkan sebelum menjadi Gubernur NTT, Gubernur Laiskodat selalu katakan bahwa ank NTT mampu dan sangat bisa untuk diandalkan membangun daerah ini tanpa orang luar NTT.

Menanggapi hal ini, Amos Corputy, Mantan Direktur Bank NTT yang juga salah satu pemegang saham kepada redaksi mengatakan, soal kepengurusan direksi Bank NTT dalam RUPS besok hanya dibahas soal kekosongan jabatan Dirut dan Dirum. Sedangkan yang lain tidak dibahas sebab sudah diputuskan dalam RUPS sebelumnya.

“ Soal kepengurusan lain akan tetap, sisa kita proses ulang Dirut dan Dirum, namun saya harus tegaskan bahwa sosok direksi di Bank NTT harus bisa membawa Bank NTT lebih baik lagi dari sekarang,  selain itu soal aset Bank NTT bukan hanya modal yang harus jadi perhatian namun karyawan juga, sebab karyawan adalah bagian dari aset Bank NTT,” ungkapnya.

Menarik menanti hasil RUPS Luar Biasa Bank NTT besok. Siapa sosok Direktur Utama baru Bank NTT yang sudah lowong selama satahun. Akankah Absalom Sine, Alex Riwu Kaho, Hilarius Minggu atau sosok 30 an tahun dari luar NTT yang disebut sebut saat ini. (Jeffry Taolin)

 

  

 

Loading...

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *