Sespim Pejabat Bank NTT Diduga Sarat Kepentingan

0 95

KUPANG,fokusnusatenggara.com-  Keberangkatan 10 pejabat struktural Bank NTT, untuk mengikuti SESPIMBANK (Sekolah Staf dan Pimpinan Bank), ke Jakarta selama 2 bulan (September – Oktober 2016), diduga sarat kepentingan. Paalanya, SESPIBANK merupakan jenjang pendidikan tertinggi dalam Bank, guna dipersiapkan untuk menduduki posisi puncak atau direksi.

Bank NTT kntr PusatAmos Corputi, mantan Direktur Utama Bank NTT, menjelaskan, dirinya mencurigai, keputusan direksi mengirim 10 pejabat tersebut, untuk dipromosikan menjadi direksi periode mendatang, menggatikan direksi yang ada.

“ Sespim itu jenjang pendidikan tertinggi dalam bank.  Bahkan untuk posisi direksi syaratnya harus mengikuti Sespim. Makanya saya curiga, pengiriman ini memiliki agenda tersembunyi untuk kaderkan calon direksi periode mendatang oleh direksi sekarang,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis, 1 September 2016.

Dirinya menambahkan, kecurigaan akan agenda tersembuyi dari direksi ini, diindikasikan lewat para pejabat yang dikirim mengikuti SESPIM. Dimana dari 10 pejabat tersebut, banyak diantaranya yang tidak memenuhi syarat untuk mengikuti pendidikan tersebut, namun dipaksakan.

“ Ada pejabat yang terkenal bermasalah kok dikirim ikut Sespim,  sedangkan banyak pejabat senior yang memiliki kemampuan dan kinerja baik, tidak dikirim ikuti pendidikan tersebut.  Ini kan lucu namanya,” jelasnya.

Idelanya menurut Corputi, pengiriman pejabat utama untuk mengikuti Sespim, minimal harus melalui penilaian yang objektif, akan beberapa hal. Misalnya, kinerja, latar belakang pendidikan, track record, asas senioritas, hingga asas layak dan pantas untuk diusulkan jadi direksi.

“ Kita kirim orang untuk sekolah harus melihat kinerja dan kepentingan bank kedepannya. Bukan kita kirim orang hanya untuk kita punya kepentingan. Banyak pejabat senior yang memiliki kemampuan itu kenapa tidak dikirim. Malah kirim orang yang bermasalah seperti Ana Bere Tarak yang jadi temuan OJK. Ini kan lucu,” pungkasnya.

Direktur Utama Bank NTT, Daniel Tagu Dedo, yang dimintai tanggapan terkait hal ini, ketika dihubungi melalui pesan singkat ke nomor hand phonenya, hingga berita ini diturunkan tidak memberikan tanggapan.

Berdasarkan data yang ada pada redaksi, 11 pejabat Bank NTT yang dikirim mengikuti Sespim antaranya, Bonefasius Ola Masan (Pincab KCU Kupang), Hilarius Minggu (Kadiv ManejemenResiko), Steven Mesak (Kediv Kepatuhan), Tri Alberta Lapia (Pincab Lewoleba), Ana Bere Tarak (Wakil Pincab Khusus), Alo Geong (Pincab Mbai), Beni Pelu (Pincab Soe), Thom Lado (Pincab Anakalang), Marbun (Kasubdiv Bagian Umum) dan Umbu Praing (Pincab Betun).

Sedangkan beberpa pejabat senior yang memiliki kinerja baik bahkan tidak memiliki catatan minor dalam kepemimpinan seperti Bastian Pelo (Kadiv SDM), Alex Riwu Kaho (Kadiv Tresuri), Isak Eduard (Kadiv Kualitas Layanan), Lazarus Orapau (Kadiv Umum), dan Kris Adu (Kadiv Kepatuhan), Junus Tuan (Kredit) dan Antonetha Sikoe-Adu (Kadiv Dana Jasa), tidak masuk dalam daftar nama pejabat yang dikirim. (Fatur)

  

 

Comments
Loading...