PT Semen Kupang Dan PT SAG Lecehkan Dewan

0 93

PT-SK-dan-PT-SAGKUPANG,fokusnusatenggara.com- Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur dari Fraksi Demokrat, Leo Lelo menilai Direktur Utama PT Semen Kupang, Abdul Madjid Nampira bersama Direktur Sarana Agra Gemilang (SAG) Wahyu Susetyo telah melecehkan anggota DPRD NTT.

Pernyataan itu disampaikan Lelo dihadapan anggota DPRD NTT lintas Fraksi dan pihak manejemen PT Semen Kupang dan PT SAG, Selasa (24/3) terkait rencana sosialisasi produk semen Kupang, namun tidak dihadiri Dirut PT Semen Kupang, Abdul Madjid Nampira.

“Ini suatu bentuk pelecehan kepada Dewan yang dilakukan Dirut PT Semen Kupang. Mereka (PT Semen Kupang dan PT SAG, red) yang meminta sosialisasi kepada kami tetapi dia (Dirut PT Semen Kupang) tidak hadir. Untuk itu rapat ini ditunda pada kesempatan yang lain,” katanya dihadapan anggota lintas fraksi dan jajaran PT Semen Kupang dan PT SAG.

Selain Leo Lelo, anggota DPRD NTT lain yang juga meminta agar rapat dengar pendapat dan sosialisasi oleh menejemen PT Semen Kupang dan PT SAG dihentikan adalah Army Koenay.

“Sebaiknya rapat ini tidak usah dilanjutkan karena sebagai pimpinan PT Semen Kupang seharusnya dia (Abdul Madjid Nampira) hadir. Dia yang meminta untuk sosialisasi produknya kepada kami, tetapi dia sendiri tidak hadir,” tegas Army Koenay yang juga ketua Fraksi Partai Nasdem.

Rapat yang dipimpin wakil ketua DPRD NTT, Gabriel Beri Bina akhirnya memutuskan agar rapat dengar pendapat sekaligus sosialisasi produk Semen Kupang ditunda hingga tanpa batas waktu yang ditentukan.

Sementara General Manejer PT SAG, Wawan Gunawan mengatakan, tujuan dilakukan sosialisasi produk yang rencananya dilakukan dihadapan anggota DPRD NTT karena sejak berproduksi pada 2010 lalu, hingga saat ini belum semua masyarakat Nusa Tenggara Timur mengetahui kualitas yang dimilik semen Kupang.

Padahal menurut Gunawan, kualitas semen Kupang jauh diatas produk semen lain yang ada di pasaran di Nusa Tenggara Timur, karena hampir seluruh bahan baku pembuatan semen Kupang berasal dari wilayah Nusa Tenggara Timur.” Hanya Gibsum yang diimpor dari Thailand,” katanya. (Laporan : Jeot) 

 

Comments
Loading...