Pasarkan Garam Nataga Dan Oasa, MDT Keliling Flores

0
947
Loading...

LABUAN BAJO,fokunusatenggara.com- Setelah suskses mendirikan Pabrik Garam Nataga, serta Air Minum Dalam Kemasan (MDK) Orang Sabu Juga Bisa (OASA), Marthen Dira Tome, Bupati Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sepekan ini sibuk lakukan pemasaran kedua produk unggulan dari ‘negeri para dewa’ tersebut. Pulau Flores adalah daerah pertama dalam yang menjadi tujuan pemasaran produk tersebut.

MDT MgraiTidak menunggu lama bagi Marthen Dira Tome, untuk pasarkan produk yang belum genap berusia sebulan ini. Senin, 5 September 2016 kemarin, Dira Tome bersama tim pemasaran Garam Nataga dan OASA, mengunjungi Labuan Bajo, ibu kota Manggarai Barat, guna pasarkan produk ini.

“ Tugas berat adalah pasarkan kedua produk ini. Sebab di era persaingan global, kita harus bisa bersaing secara sehat, dengan meningkatkan mutu serta kualitas produk. Dan saya yakin produk garam nataga dan OASA ini, bisa diterima oleh semua msayarakat Labuan Bajo, bahkan NTT umumnya. Sebab berdasarkan penilaian dari tim quality control, produk ini layak untuk dikonsumsi,” jelasnya dalam diskusi publik bersama kaum muda Manggarai Barat, terkait pengalaman Dira Tome dalam memimpin Sabu Raijua yang dibilang sangat berhasil.

Dalam diskusi publik tersebut Marthen Dira Tome memaparkan apa yang telah dia buat selama memimpin di Sabu Raijua. Keberhasilan yang diraih saat ini kata Marthen merupakan hasil kerja keras pemerintah dan masyarakat dalam rangka mencapai kesejahteraan bersama.

“Membangun Sabu Raijua yang penuh keterbatasan tidak gampang, namun dengan kerja keras yang kita lakukan ada perubahan signifikan yang terjadi. Contohnya, waktu kami memerintah PAD hanya 300 juta dan saat ini PAD telah meningkat menjadi 32 Milyar. Tahun depan PAD Sabu Raijua akan meningkat tajam karena kita sudah jual garam dan air Oasa” kata Marthen disambut tepuk tangan hadirin.

Dia juga mengungkapkan bagimana perjuangannya menemukan potensi di Sabu Raijua hingga akhirnya mampu membuka lahan tambak garam yang kini telah diantarpulaukan ke berbagai wilayah diluar NTT. Tidak hanya itu ada tiga pabrik di Sabu Raijua yang telah berproduksi yakni pabrik garam, pakrik air mineral Oasa dan pabrik pengolahan rumput laut.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa musuh terbesar kita di NTT adalah kemiskinan dan pengangguran untuk itu kita harus mencari cara yang tepat untuk mengatasi persoalan tersebut. Tambak garam dan tiga pabrik yang ada telah menyerap tenaga kerja yang cukup banyak di Sabu Raijua,” ungkap Marthen.

Pada kesempatan tersebut Marthen Dra Tome juga mengungkapkan kekagumannya terhadap potensi di Manggarai Barat. “Labuan Bajo adalah surga yang jatuh ke bumi. Tuhan telah mengaruniakan daerah ini dengan begitu banyak kekayaan, tinggal bagimana kita mengolahnya untuk kesejahteraan rakyat,”pungkas Dira Tome.

Sebelum melakukan kegiatan diskusi publik, Marthen Dira Tome, diterima secara adat di depan Aula Stela Maris, Labuan Bajo, dengan menyerahkan seekor ayam jantan (manuk kapu) dan arak lokal atau tuak curu.

“Kami menyambut anak MDT sebagai anak kami diwilayah ini. Siahkan anak MDT berbagi Ilmu yang dimiliki agar berguna bagi kemajuan di wilayah ini,” kata Tua Adat dalam bahasa daerah. (fatur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here