Masyarakat Ancam Boikot Lokasi Pembangunan Bendungan Napun Gete

0 68

MAUMERE,fokusnusatenggara.com- Puluhan masyarakat pemilik tanah di lokasi pembangunan Bendungan Napun Gete, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengancam akan lakukan boikot pembaungan tersebut, apabila proses pembayaran ganti rugi lahan tidak diselesaikan dalam bulan ini.

16106655_747876785367375_258431680_o “ Kalau sampai bulan ini belum juga dibayar ganti rugi lahan kami, kami akan boikot pembangunan tersebut,” tegas paulus Yan Sani, koordinator masyarakat pemilik lahan, saat dengar pendapat dengan pihak DPRD dan Pemerintahan Kabupaten Sikka, di Gedung DPRD Sikka, Senin, 16 Januari 2017.

Ditambahkannya, pemerintah melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II, dinilai telah lakukan pembohongan. Pasalnya, pada saat lakukan pematokan, mereka berjanji akan menyelesaikannya pada Desember 2016. Namun hingga saat ini belum juga dilakukan. Padahal, saat ini pekerjaan sudah sampai tahap pengukuran dan penggusuran lahan.

“ Mereka janji bahwa semua biaya pembebasan lahan akan selesai pada saat pematokan lokasi. Namun sampai saat ini juga belum dilakukan. Kami tidak mau ditipu dengan cara seperti ini,” tegasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun redaksi, pada hari Senin, 21 November 2016, bertempat di Desa Ilin Medo, Bupati dan Ketua DPRD Sikka telah membuat berita acara kesepakataan bersama pemilik lahan untuk dilakukan proses pembangunan bendungan Napunggete dan pembayaran ganti rugi tahap pertama.

Bahkan ditegaskan bahwa pembayaran tanah dan aset berupa hasil pertanian  para pemilik lahan akan direalisasi pada tanggal 31 Desemmber 2016. Namun sampai saat ini belum ada realisasi tersebut.

Laporan : John Da Gomez

Comments
Loading...