Kepala OJK : Bank NTT Harus Tegas Sikapi Kasus Fraud

0 79

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Kasus Dugaan Fraud (Penipuan) oleh NM Dan SDC karyawan Kantor Cabang Utama (KCU) Kupang- Bank NTT pada 13 Oktober 2015 lalu, membuat Kepala Otoritas Jasa keuangan (OJK ) Nusa Tenggara Timur (NTT),  Winter Marbun angkat bicara. Menurut dia, sesuai aturan semua pelaku harus ditindak sesuai dengan regulasi yang ada. Manejemen Bank NTT harus tegas sikapi kasus ini.

Winter“ Harus ditindak sesuai aturan yang ada, supaya tidak lagi berkembang dan terulang lagi,” kata Marbaun Kepada Wartawan diruang kerjanya, Jumat (27/112015).

Soal Fraud kata dia, bukan masalah jumlah uang yang diambil namun, masalah perilaku individu karyawan yang harus dibenahi karena ini meyangkut kinerja Bank.

“Bukan berapa besar uang yang diambil, tapi perilaku pegawainya yang harus dibenahi,” Kata Winter.

Terkait hal ini, Marbun juga meminta agar sanksi yang diberikan tidak hanya kepada pelaku (NM), tetapi pemilik user id dan parword (SdC).  Sebab, dalam melakukan transaksi, teller hanya menggunakan user id dan pasword yang diketahui oleh yang bersangkutan.

Pemegang user menurut Marbun, tidak bisa mengelak karena setiap melakukan transfer. Sebab setiap transfer, akan direkam secara otomatis oleh mesin perekam yang ada pada server induk. Dan untuk mengetahui kebenarannya bisa menggunakan pakar IT.

“Pemegang paspor tidak bisa menipu dia yang sendiri tahu paspor dan semua aktifitas di rekam otomatis,” Jelasnya.

Pihak OJK menurut Marbun, tidak mempunyai hak untuk memberi sangsi secara umum. Namun dirinya mengharapkan, pemimpin yang ada di Bank NTT harus segera menindak lanjuti kasus tersebut sehingga tidak berpeluang untuk kembali terjadi di tempat lain.

Mekanisme di OJK menurutnya, sangat tegas akan kegiatan perbankan yang tidak sehat. Setiap temuan kecurabgan yang berpotensi mengahncurkan bank harus dilaporkan paling lambat 7 hari setelah kejadian. (isk/lensantt.com/fatur)

 

Comments
Loading...