Home industri Watukosek 22 Rambah Pasar Nasional

  • Bagikan

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Home Industri Watukosek 22, usaha yang bergerak di bidang konveksi, asal Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, saat ini mulai merambah pasar nasional. Bagimana tidak, dengan hasil produk yang sangar rapi dan bagus serta nyaman di badan, membuat produk jualan watukosek diminati semua orang.

Saat ini saja, Watukosek 22 sudah membangun beberapa outlet selain di wilayah Pulau Timor NTT, Sumah serta Flores, juga terdapat di Jakarta dan Bandung. Bahkan untuk urusan pendapatan perbulan, Watukosek 22 mampu mencatat labah bersih senilai ratusan juta rupiah.

Perjalanan seorang pengusaha sukses selalu dipenuhi lika liku yang menguji kesabaran dan kekuatan, terlebih para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal ini yang dilalui Bunafasia Kolo, wanita kelahiran Belu, yang kini sukses menjadi Direktur TK. Watukosek 22, yang berlokasi di wilayah Oebobo, Kota Kupang, NTT.

Baca Juga :  Kepala OJK : Bank NTT Harus Tegas Sikapi Kasus Fraud

Usaha yang dirintis Bunafasia sejak tahun 2014 ini, awalnya hanya sebuah toko kecil untuk menjual atribut seperti bordiran, dan semua bahannya masih di inpor dari luar NTT.

“Awalnya tidak ada mesin jahit. Hanya toko untuk menjual atribut seperti bordiran. Tetapi semua bahanya masih diambil dari luar,” ujar Bunifasia Kolo kepada wartawan, Rabu 24 Agustus 2022.

Baca Juga :  NTT Harus Punya Tenaga Kerja Berkualitas

Tahun 2018, Bunafasia kemudian berpikir untuk membuka toko konveksi, dengan modal seadanya, berkat hasil tabungan yang dimiliki dari usaha awal penjualan atribut.

“Dari situ saya mulai punya pemikiran untuk membuka toko konveksi sendiri, dan semua seragam bisa kami produksi dengan hasil dan kualitas yang bagus disini,” jelasnya.

Ia menjelaskan, bahan baku yang digunakan dalam proses pembuatan seragam menggunakan kain yang berkualitas tinggi, seperti kain jenis woll dan super woll.

Baca Juga :  Bank NTT Berbagi Kasih Dengan 10 Panti Asuhan Jelang HUT Ke-58

Usaha Watukosek yang dirintis Bunifasia Kolo kini sudah berada pada titik tumbuh yang pesat, dengan omzet mencapai ratusan juta rupiah perbualan.

Bahkan, kini Bunafasia sudah merekrut 43 orang karyawan untuk dipekerjakan. Di Watukosek, Semua jenis pakian bisa diproduksi. Mulai jas DPRD, bupati, seragam kepala desa, linmas, dan lain sebagainya, dengan harga bervariasi.

“Sekarang omzet perbulan bisa ratusan juta. Semoga Watukosek ini semakin maju, dan bisa memproduksi pakian diatas 1000 pcs per hari, dengan mesin bordir 24 kepala yang akan kami datangkan,” ungkapnya.

  • Bagikan