Gubernur NTT Tampil Sebagai Pembicara Utama Dalam Diskusi Bersama Bank NTT

28

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat, tampil sebagai pemmbicara utama dalam diskusi “ Strategi Percepatan Pembangunan dan pemulihan Ekonomi di NTT” pada Rabu 26 Agustus 2020, di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Rabu, 26 Agustus 2020.

Diskusi yang digagas Bank NTT bersama Forum Lembaga Jasa Keuangan (FLJK) NTT tersebut, guna mencari formula yang tepat dalam pembangunan ekonomi NTT kedepan, apalagi pasca pandemi Covid-19. Dalam kesempatan tersebut, Laiskodat meminta semua lembaga keuangan dan pelaku ekonomi NTT mendesain program pertumbuhan ekonomi NTT kedepan, sehingga bisa berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat NTT.

“Saya minta kita semua mendesain dan melaksanakan proses pertumbuhan dan pemulihan ekonomi di NTT. Saya ajak kita buat kegiatan dan makan di restaurant supaya geliat ekonomi mulai bergerak,” tegasnya, menanggapi gagasan dan tanggapan dari peserta Diskusi Strategi Percepatan Pembangunan dan Pemulihan Ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat berharap kerja sama antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha terus dibangun untuk sama-sama bergerak memajukan ekonomi NTT.

“Dua minggu lagi kita siap landing semua proses kegiatan kita. Jangan konsep dan diskusi lagi. Kita siap landing dan eksekusi,” tegas Gubernur Viktor Laiskodat.

Kepala FKLJK, Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan, diskusi tersebut adalah wujud nyata dari spirit untuk menterjemahkan program kerja agar akselerasi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi di NTT lebih cepat.

“Dalam diskusi yang kami lakukan, ada spirit untuk kerja bersama, dan sama-sama bekerja,” ujar Alex Riwu Kaho dalam sambutannya mengawali kegiatan diskusi.

Ia menjelaskan, arahan dari Gubernur NTT sebagai keynote speaker dalam diskusi bisa menjadi landasan bagi Bupati dan Walikota untuk membangun sinergitas guna menekan angka kemiskinan di NTT

“Sesuai dengan mapping Bapak Gubernur NTT yaitu upaya ini akan dimulai dari Pulau Sumba dan Timor,” kata Plt Dirut Bank NTT ini.

Riwu Kaho berharap, forum diskusi strategi percepatan pembangunan dan pemulihan ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Timur bisa menghasilkan komitmen untuk perbaikan ekonomi NTT ke depan.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan, pertumbuhan ekonomi NTT di triwulan kedua mengalami kontraksi, tetapi masih lebih baik dibandingkan dengan Provinsi Papua.

Menurutnya, yang perlu dilakukan oleh pemerintah adalah mendorong sektor pertanian, pemerintahan, konstruksi dan sektor perdagangan agar pemulihan ekonomi bisa berjalan lebih cepat.

“Optimisme dari dunia usaha sudah mulai naik maka momentum ini yang harus kita ambil. Perlu ada suntikan modal sehingga mereka bisa berproduksi,” ujar Kepala BI NTT, Nyoman Atmaja.

Sementara itu, Kepala OJK NTT, Robert Sianipar menyampaikan, untuk mempercepat pemulihan ekonomi, maka pemerintah bersama OJK telah mengeluarkan beberapa kebijakan.

Kebijakan tersebut diantaranya
relaksasi kredit, penjaminan kredit, subsidi bunga, serta melonggarkan social distancing.

“Semua ini tujuannya adalah menggairahkan dunia usaha agar harapannya triwulan ketiga bisa tumbuh dan tidak mengalami kontraksi. Semangatnya mari kita sama-sama mengambil bagian untuk mempercepat pemulihan ekonomi NTT,” ungkap Robert Sianipar. (fatur)

 

Comments
Loading...