Dirikan Perusahaan Pakan Ternak Ayam

0 53

Kupang, fokusnusatenggara.com / 23 Mei 2019

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan telah melaporkan kepada Presiden Joko WIdodo saat peresmian Bendungan Rotiklot di Belu pada Senin (20/5) lalu agar didirikan perusahaan pakan ternak khususnya untuk ayam di NTT. Karena Inflasi di daerah ini pada setiap akhir tahun hanya seputar daging ayam ( pedaging) dan telur ayam.

“Saat pengresmian bendungan Rotiklot Senin 20 Mei 2019 lalu, saya saya sudah lapor kepada Presiden bahwa NTT ini sangat dibanjiri oleh impor ayam pedaging dan telur ayam dari Surabaya. Kami ingin bangun pabrik pakan ternak agar kami bisa pelihara ayam pedaging dan petelur. Saya senang karena permintaan ini direspon Presiden ,” kata Viktor Bungtilu Laiskodat ( 21/5) malam.

Dia mengatakan kepada Presiden Joko Widodo juga dilaporkan bahwa negara tetangga Timor Leste, setiap tahunnya beli ayam pedaging import dari Brasil sebanyak 13 juta dollar yang harusnya jadi market NTT.

“ Mendengar laporan saya ini Bapak Presiden cukup respon. Beliau sangat antusias dan setuju untuk bikin pabrik makanan ternak khususnya anak ayam. Kalau demikian jika terlaksana tentunya selain untuk kebutuhan konsumen di NTT, juga bisa dipasok ke Negara tetangga Timor Leste ,” jelas Viktor Bungtilu Laiskodat.

Selain pakan ternak kata Gubernur Viktor, kepada Presiden juga dirinya juga meminta agar produksi semen Kupang ditambah. Kapasitas produksi setahun sekarang hanya 250 ribu ton. Sementara kebutuhan semen pasar NTT sendiri saja mencapai 1,6 juta ton pertahunnya. Di negara Timor Leste , kebutuhannya mencapai 600 ribu ton per tahunnya. Jadi total pasar keseluruhan sekitar 2,1 juta ton.

“Saat saya laporkan, beliau tanya, kenapa dengan pabriknya? Saya jawab satu saja masalahnya, yakni mismanagement. Menempatkan orang yang keliru datang urus semen di Kupang ,” kata Viktor Bungtilu Laiskodat.

Karena pulau Timor ini kata Viktor Bungtilu Laiskodat, digali bagaimanapun, ada limestone (batu kapur). “ Seluruhnya , satu pulau Timor ini ini bahan baku semen. Kemanapun kita pergi, di situ ada kapur. Karena itu aneh sekali kalau kita datangkan semen dari luar. Malahan kita harusnya bisa ekspor semen ke Australia ,” beber Viktor Bungtilu Laiskodat. ( Usif)

Comments
Loading...