BI Tepis Berbagai Isu Seputar Peluncuran Mata Uang Baru

0 69

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), melakukan sosialisasi serta pengenalan mata uang rupiah yang baru kepada seluruh masyarakat Kota Kupang, yang hadir dalam kegiatan Car Free Day (CFD), di Jalan Eltari Kupang, Sabtu, 7 Januari 2017.

15908948_891025034373627_131551473_oSosoialisai tersebut juga, merupakan sikap klarifikasi yang resmi dari pihak BI, akan berbagai isu miring yang menyertai beredarnya mata uang tersebut, pasca diluncurkan oleh Presiden RI, Joko Widodo, pada 19 Desember 2016.

“ Kita wajib lakukan sosialisasi serta pengenalan mata uang baru kepada masyarakat, khusunya yang ada di Kota Kupang. Selain itu, BI juga merasa perlu untuk memberikan klarifikasi terkait beberapa isu miring yang beredar di masyarakat melalui media sosial akan integritas produk mata uang baru yang diluncurkan presiden,” ungkap Naek Tigor Sinaga, Kepala BI NTT dihadapan wartawan usai kegiatan CFD pagi tadi.

Sinaga menambahkan, ada empat isu miring yang menyertai peluncuran mata uang baru tersebut antaranya.  (Pertama), terdapat gambar palu arit. (Kedua), warna mata uang uang yang katanya mirip dengan mata uang negara lain.  (Ketiga), terkait pemilihan gambar pahlawan yang katanya tidak transparan. Dan (Keempat) pencetakan mata uang melebihi batas yang di butuhkan.

“ Semua isu  tersebut tidak benar. Kita mengeluarkan mata uang baru, ada mekanisme dan tahapan yang sangat ketat. Bahkan aturan dan undang-undang yang berlaku kita ikuti. Jadi isu tersebut tidak benar. Sebab dalam mencetak mata uang baru serta menyalurkan, kita tetap berpatokan pada semangat menjaga kedaulatan kita. Sehingga isu soal intervensi pihak asing dan luar negeri dalam proses peluncuran mata uang baru sangatlah tidak benar,” jelasnya.

Sinaga meminta agar masyarakat NTT khusunya yang ada di Kota Kupang, jangan terpengaruh dengann isu tersebut.  Mari kita tetap mencintai mata uang kita, sebab dengan mencintai mata uang kita, kita tetap menjaga dan mencintai kedaulatan negara kita.

Laporan : Raymundus Yabe

Comments
Loading...