Bank NTT Tunjukan Trend Positif Di Usia 58 Tahun

0 32

KUPANG, fokusnusatenggara.com- PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) atau Bank NTT terus menunjukkan trend positif saat ini. di usianya yang ke 58 tahun, bank milik masyarakat NTT menunjukkan kinerja yang semakin baik. Hal ini dapat dilihat dari laporan keuangan yang sehat dan meningkat.

Berdasarkan data yang dihimpun redaksi, Total Aset Bank NTT 31 Desember 2019 sebesar Rp. 14, 52 Triliun. Hasil ini alami peningkatan sebesar Rp. 3,30 Triliun, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2018. Dimana tahun 2018, total aset yang dikumpulkan sebesar Rp. 11,22 Triliun.

Bahkan sampai posisi per Juni 2020, total aset Bank NTT sebesar Rp. 16,8 Triliun, atau bertambah sebesar Rp. 1,33 Triliun dari realisasi per 31 Desember 2019.

“Aset kita semakin meningkat dan berkembang, demikian pula dengan angka kredit yang meningkat,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho, kepada fokusnusatenggara.com, usai acara seremonial HUT Bank NTT ke 58, Jumat, 17 Juli 2020 , di Pelataran Kantor Pusat Bank NTT.

Perkembangan kredit, ungkap Alex menjelaskan, hingga 31 Desember 2019, realisasi kredit sebesar Rp. 10,2 Triliun. Angka ini meningkat sebesar Rp. 1,43 Triliun dari tahun 2018 sebesar Rp. 8,77 Triliun atau sebesar 16,39 persen. Hingga Posisi Juni 2020,  jumlah kredit alami kenaikan sebesar Rp. 30, 50 Milliar,  yang jika diakumulasi menjadi Rp. 10, 24 Triliun per Juni 2020.

“Kalau dilihat dari angka ini, maka komposisi kredit masih didominasi oleh pertumbuhan kredit konsumsi sebesar kredit 73,99 persen, kredit modal kerja sebesar 20,09 persen dan kredit investasi sebesar 5,92 persen,” jelasnya.

Menurutnya, pertumbuhan kredit tersebut, tidak terlepas dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK). Dimana pertumbuhan DPK juga menunjukkan trend positif. Berdasarkan data posisi per 31 Desember 2019, DPK yang ditempatkan sebanyak Rp. 10, 88 Triliun atau alami peningkatan sebesar Rp. 3,39 Triliun, dari posisi sebelumnya 31 Desember 2018 sebesar Rp. 7,49 Triliun atau naik sebesar 45,28 persen.

Hingga posisi per Juni 2020, penempatan DPK sebesar Rp. 12,74 Triliun atau alami Peningkatan Distribusi sebesar Rp. 1,86 Triliun dengan posisi presentase sebesar 17,12 persen dari posisi 31 Desember 2019.

“Untuk DPK masih didominasi oleh simpanan Berjangka sebesar 37,42 persen, giro 34,87 persen dan tabungan sebesar 27,72 persen,” bebernya.

Dari data yang dihimpun redaksi, dengan posisi demikian, persyaratan portofolio kredit dapat disimpulkan dari persyaratan kinerja yang baik. Sebab Rasio Setoran Pinjaman (LDR) yang berkembang baik hingga Juni 2020 sebesar 80, 34 persen. Dengan kondisi ini, ekspansi tetap dilakukan dengan keseimbangan dengan pertumbuhan DPK yang berhasil ditingkatkan. 

Dari sisi permodalan Bank NTT, saat ini masih sangat kuat. Hal ini dapat dilihat dari Rasio Kewajiban Penyedia Modal Minimum (KPMM) hingga Juni 2020 sebesar 20,24 persen atau Rp. 1, 83 Triliun, atau alami kenaikan dari 31 Desember 2019 sebesar Rp. 46, 29 Milliar atau 2,60 persen.

“Rasio KPPM kita masih tetap diatas standar yang ditentukan melalui manejemen modal bank,” katanya.

Melihat kinerja keuangan Bank NTT hingga Juni 2020, maka optimisme manejemen Bank NTT untuk pengembangan lebih baik akan berhasil. Dari data yang ada, Rasio Rentabilitas Bank (rasio untuk memngukur kemampuan bank atau perusahan), sangat terukur dari berbagai rasio lainnya. Dimana  pada Juni 2019, Rasio Returt on Asset (ROA) sebesar 1,86 persen, Rasio Return on Equity (ROE) sebesar 13,19 persen, dan Rasio Net Inters Margin 6,31 persen. (fatur)

Comments
Loading...