Bandara El-Tari MOU Dengan Stasiun Karantina Ikan

0
80

KUPANG-fokusnusatenggara.com. Sebagai Provinsi yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari beberapa kepulauan, Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu Provinsi penghasil produk Perikanan yang terbesar di Republik Indonesia. Jumlah produksi hasil kelautan dan Perikanan Provinsi NTT Pada tahun 2018 untuk produksi Budidaya sebanyak 1,30 ribu Ton, produksi tangkapan 69,30 ribu ton, dan jumlah produk Ekspor sebesar 1,52 ribu ton.

Untuk menghindari terjadinya pelanggaran hukum terkait penyelundupan hasi perikanan, Selasa 9 April 2019 PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara El-Tari malakukan MOU, dengan Stasiun Karantina Ikan Kupang Untuk meningkatkan Pengawasan Perdagangan Hasil Perikanan di Bandara El-Tari.

General Manager PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara El-Tari Kupang Barata Singgih Riwahono mengatakan perjanjian Kerjasama ini sangat penting mengingat jumlah kargo hasil perikanan yang di Ekport melalui Bandara El-Tari Kupang terus meningkat setiap hari.

“ Kami ini kami lakukamn MOU dengan Stasiun Stasiun Karantina Ikan ( KIPM) Kupang. Kami bersama akan melakukan pemeriksaan bersama sewtiap kargo atau barang yang terindikasi sebagai hasil perikanan di Bandara El-Tari Kupang. KIPM Kupang yang paling tahu dan mengerti tentang hasil perikanan mana yang boleh diperdagangkan mana yang dilindungi”, kata Barata Singgih Riwahono.

Dia mengatakan MOU dengan Stasiun Stasiun Karantina Ikan ( KIPM) Kupang dilaksanakan karena setiap hari selalu ada pengiriman kargo, khusus ikan melalui Bandara El Tari selalau rutin dan dalam jumlah besar. “ Karena itu kami lakukan MOU ini. Karena mereka, KIPM yang paling tahun dan mengerti mana jenis hasil laut yang legal untuk dikirim dan mana yang dilarang ,” kata Barata Singgih Riwahono

Sementara itu Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kupang Jimmy Yonathan Elwaren mengemukakan MOU ini sangat baik untuk bersama mengawasi jika ada perdagangan yang terindikasi ilegal, melanggar hukum melalui Kargo.

“Kami sangat respos PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara El-Tari Kupang yang mengajak kerja sama. Karena ini sangat baik untuk melakukan pengawasan bersama memeriksa hasil perikanan yang akan diperdagangkan. “ Kami harapkan semua unsur terkait Bandara, Airlines maupun Ground Handling untuk kita bersama membantu mencegah pengiriman hasil laut yang terindikasi menyalahi aturan ,”kata Jimmy Yonathan Elwaren

Untuk itu semua kita kata Jimmy Yonathan Elwaren jika menemukan ada indikasi kecurangan, pelanggaran  agar diinformasikan untuk ditangani bersama. “ Jika ada ditemukan ada perbuatan melawan hukum dalam pengiriman hasil laut melalui Kargo, tentunya kita tahan dan proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku ,” ujar Jimmy Yonathan Elwaren.

Penulis : Usif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here