Amos Corputy : Tidak Ada Fasilitas Bisnis Bagi Perjalanan Dirut Bank NTT

0 56
Amos Corputy, Mantan Dirut Bank NTT (sumber : floresbangkit.com)
Amos Corputy, Mantan Dirut Bank NTT (sumber : floresbangkit.com)

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Amos Corputy, Mantan Direktur Utama Bank NTT yang juga pemilik Bank NTT atas nama pribadi dan pemegang saham menegaskan, tidak ada fasilitas kelas bisnis bagi penunjang perjalanan dinas Dirut Bank NTT, Daniel Tagu Dedo.

“ Jadi tidak ada aturan bahwa dirut itu jalan ke jawa harus naik pesawat di kelas bisnis. Ini aturan dari mana?,” tegas Corputy kepada fokusnusatenggara.com kemarin melalui sambungan telepon.

Corputy dimintai tanggapan terkait posisi sebagai mantan Dirut Bank NTT yang mengerti betul akan mekanisme dan pengelolaan operasional Bank NTT.  Pasalnya, dalam acara dengar pendapat dengan Komisi III DPRD NTT dengan pihak direksi Bank NTT pada 6 Maret 2015. Daniel Tagu Dedo, Dirut Bank NTT menegaskan bahwa pernyataan Amos Corputy tidak benar soal biaya perjalanan dinas Dirut yang mencapai angka Rp. 1 Milliar per tahun.

Menurutnya, besarnya biaya perjalanan dinas disebabkan oleh kebijakan direksi bahwa dalam melakukan perjalanan dinas khusunya menggunakan jasa pesawat udara, Dirut Bank NTT diwajibkan menggunakan kelas bisnis.

Menurut Corputy, seyogiyanya sebagai Dirut Bank NTT harus lebih arif dan bijaksana dalam menggunakan dana perjalanan dinas. Apalagi perjalanan dinas yang hanya menghabiskan dana dengan tujuan ke luar NTT yang tidak ada urusan dengan pihak Bank NTT

“ Untuk apa jalan terus ke jawa yang tidak ada kepentingan dengan pengelolaan Bank NTT. Kalau mau membangun bank ini ya harus ke daerah dan cabang-cabang yang ada di NTT ketimbang ke luar NTT. jadi harus ada asas tahu diri dalam hal ini,”

Menurutnya, asas tahu diri yang harus dipahami oleh Dirut Bank NTT adalah soal keberadaan dia yang bukan pegawai maupun pejabat asli Bank NTT. Sehingga Corputy beranggapan bahwa sikap yang dibuat bukan karena kecintaan untuk membangun Bank NTT.

“ Harus tahu diri dalam menggunakan fasilitas yang bersumber dari bank ini. Dirut itu bukan asli orang Bank NTT dia hanya outsorcing, jadi beda dengan saya. Kalau saya mantan direktur, dirut dan pegawai bank ini.  Otomatis saya paham dan tau betul kondisi bank ini. Bahkan rasa memiliki dan kecintaan bank ini tidak diragukan lagi,” jelasnya.

Corputy menambahkan, kalau pengelolaan bank ini baik dan sehat tidak mungkin BPK Perwakilan NTT dalam auditnya menemukan sejumlah persoalan mulai dari pemberian kredit macet, SDM bahkan sampai Tantiem dan Jaspro.

Sementara itu Komisaris Utama Bank NTT, Frans Salem dalam kesempatan terpisah kepada wartawan menjelaskan, pihaknya sebagai komisaris sudah sering ingatkan hal ini kepada para direksi.

Bahkan tahun lalu pihak komisaris Bank NTT sudah sampaikan juga dalam RUPS agar perjalanan dinas para direksi terutama Dirut Bank NTT dikurangi untuk perjalanan ke luar NTT yang tidak ada manfaat bagi perusahan.

“ Kami komisaris sudah sering ingatkan agar dalam perjalanan dinas harus selektif. Kurangi perjalanan dinas yang tidak ada dampak bagi perusahan ini. Bahkan tahun lalu kami laporkan dalam RUPS,” jelas Salem.

Daniel Tagu Dedo, Dirut Bank NTT yang coba dihubungi melaui sms oleh fokusnusatenggara beberapa kali untuk dimintai tanggapan terkait hal ini, tidak membalas pesan singkat media ini hingga berita ini diturunkan. (Laporan : Leonardo Jeffry Taolin)

 

 

Comments
Loading...